Selasa, November 30, 2021
BerandaJenepontoMiris, Dokter di Jeneponto Diduga Dikeroyok Gegara Kritik Pemerintah

Miris, Dokter di Jeneponto Diduga Dikeroyok Gegara Kritik Pemerintah

JENEPONTO, EXCESS.ID – Seorang Dokter bernama Sulfian Syam yang kesehariannya bekerja disalah satu Rumah Sakit di Kabupaten Jeneponto babak belur. Ia diduga akibat dikeroyok oleh sejumlah orang.

Disadur dari Kabar Selatan, perbuatan itu disinyalir saat Sulfian Syam melontarkan beberapa kritikan kepada salah seorang pejabat Pemkab Jeneponto yang diketahui belakangan ini adalah seorang Kepala bagian hukum saat pelaksanaan forum pembentukan panitia pilkades 2021 di kantor Desa Bonto Cini, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto pada 12 Agustus lalu.

Tak terima dengan perlakuan tersebut, Sulfian Syam pun langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Ia mengatakan aksi tak terpuji tersebut diduga dilakukan oleh inisial HM. Bahkan lebih dari satu orang.

- Advertisement -

“Kasus yang menimpa saya kemarin adalah sebuah proses demokrasi. Kami melakukan diskusi bersama Ketua BPD. Namun di forum, Ketua BPD sangat tidak emosional,” ujarnya, Rabu (06/09/2021).

Saat muncul di forum itu saya sebagai tamu undangan dari pihak panitia proses pembentukan panitia desa. Dan melontarkan kritikan yang dinilai bagian demokrasi.

“Selama diskusi berlangsung saya mengkritisi beberapa penjelasan dari Kabag Hukum. Pada dasarnya sesuai aturan dalam pembentukan panitia pilkades desa 2021, mestinya harus disertakan LPJ,” jelasnya.

Bahkan pihak PMD dan Kabag Hukum mengusulkan satu orang perwakilan di tiap dusun untuk memberikan saran  dalam susunan panitia pilkades. Namun, saya menilai susunan itu tidak memenuhi keterwakilan setiap dusun di kepanitiaan Pilkades.

“Saya tidak mengkritisi, namun teman-teman merasa tidak ada keterwakilan sehingga ribut. Alhasil memancing emosi ketua BPD dan menunjuk peserta. Saya hanya menyampaikan dengan kondisi yang ada. Seharusnya sebagai Ketua BPD mestinya lebih bijak dalam mengambil sikap di dalam forum,” ucap Sulfian.

Lantas Ketua BPD marah lantaran tak terima dirinya disebut sebagai orang kurang bijak. 

“Saat itu ketua BPD tidak terima dan terjadilah keributan dengan teman-teman hingga berujung aksi pengeroyokan terhadap diri saya,” sambungnya.

Secara tiba-tiba saya diserang oleh sejumlah orang dari arah yang berbeda. Termasuk melibatkan Ketua BPD.

“Ada beberapa yang melakukan dorongan kedepan dan memukul saya. Spontan saya balik kedepan ketua BPD ikut terlibat memukul saya dari arah depan,” bebernya.

Saat kejadian berlangsung warga setempat melerai lalu kemudian saya dibawa ke mobil dan sontak melaporkan peristiwa itu kepihak kepolisian. Berdasarkan hasil Visum, saya mengalami beberapa luka.

“Berdasarkan hasil visum dokter, saya mengalami luka robek dibagian bawah kelopak mata serta luka memar dibagian dahi termasuk luka robek pada bagian di dagu,” ungkapnya.

Saya sudah melaporkan peristiwa iti ke Polres Jeneponto. Dan sangat menyayangkan sikap arogansi yang dilakukan oleh Ketua BPD.

“Saya serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk bisa melakukan proses yang betul-betul sesuai dengan fakta-fakta hukum. Dan seharusnya ketua BPD bisa lebih menghargai forum dan tidak memancing emosi peserta untuk melakukan tindakan-tindakan penganiayaan terhadap diri saya,” tutupnya.

Sementara itu,  Kapolsek Kelara Iptu Bakri belum bisa memastikan aksi tersebut. Tetapi, ia mengaku laporan itu di proses di Polres Jeneponto.

“Silahkan bertanya ke unit tahbang Polres Jeneponto. Karena unit tersebut yang menangani kasusnya.

Saya tidak bisa pastikan karena tidak pernah ada laporan pengeroyokan masuk di spk Polsek Kelara selama ini yang korbannya atas nama dokter sul,” ujarnya.

Iptu Bakri menambahkan jika ia juga diundang dalam forum itu, namum saat terjadi keributan saya berada di toilet masjid. Saat hendak balik saya pun mendengar keributan.

“Kaya tidak becus pemerintahannya selama 6 tahun. Dengan ke absahan BPD legilitas BPD. Ada salah satu tidak saya tahu siapa. Yang jelas dia kritik masalah kinerja Kepala Desa. Padahal kan ini momennya pembentukan panitia,” tambahnya.

Iptu Bakri mengatakan jika sempat terlintas dipikirannya bahwa akan terjadi kericuhan. “Sempat saja berfikir. Ini bibit kekacauan. Bukan,” tandasnya. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular